Petani


​Berbincang dengan para petani di gubuk pematang sawah, mendengarkan mereka berbicara. Tergambar jelas kesederhanaan mereka, tanpa ada sifat sombong. Sungguh, sifat mereka merunduk seperti padi yang mereka tanam. 

Mereka ramah,pendengar yang baik. Mereka menghargai satu sama lain. Diskusi ibarat sebuah obrolan santai terbalut dalam terik matahari. Dengan santai mereka menghisap tembakau dibalut kertas sederhana. Ah, nikmatnya kumpul bersama mereka. Tanpa ada yang saling membusungkan dada. 

Banyak hal yang ku pelajari dari mereka, keteguhan hati nya dalam mengemban kewajiban sungguh ku teladani, tanggung jawab ketika diberi amanah, kesederhanaan dalam hidup mereka, kebijaksanaan mereka dalam menghadapi segala problema hidup. 

Bahkan dalam hal rezeki mereka selalu bersyukur tanpa iri satu sama lain, karena mereka menganggap semua orang berbeda “takaran” nya dalam hal rezeki, Tuhan memberikan “bagian” yang berbeda dalam hal rezeki, dan mereka selalu menerima segalanya dengan lapang dada. 

Sungguh, banyak sekali materi pelajaran tentang kehidupan yang ku dapat ketika berkumpul dengan mereka. (BimoB)

Mencari jerami


Dimusim sekarang sulit mencari jerami. Karena rata rata sawah memasuki masa tanam semua. Kebetulan dibutuhkan jerami untuk menutupi biji padi ketika penyemaian. 

Alhamdulillah nemu juga. Meski dapetnya agak jauh dan harus bolak balik diangkut sama vario 125 ku. Dibela2in 3x PP antar jemput jerami… Cieeee, antar jemput pacar kapan? 😄 

Sesudah itu dipanggul ke tempat penyemaian. Berat juga ternyata ya… Fyuh tak terasa capek juga.. 

Pekerjaan selesai. Saanya nyalakan rokok dan bersantai.

Menikmati angin yang melambai, membelai..

Persiapan awal semai 


Menyemai benih untuk ditanam nantinya. Dalam 1 hektar membutuhkan 60kg bibit yg berbentuk biji.

Nantinya direndam semalaman. Setelah itu ditaburkan ke bendeng alias tempat semai. Setelah itu ditutupi jerami alias damen. Tunggu 3 hari kemudian dialiri air. Damennya dibukak. Kemudian ditaburi pupuk 12kg supaya cepat besar.

Ketika sampai umur 30hari. Benih sudah siap ditanam di sawah. 

Estimasi pengeluaran

Bibit 60kg x 10.000 = 600.000

Ongkos buruh 50.000

Pupuk 12kg x 1900 = 22.800

Total 672.800

Demikian laporan ini selesai dibuat. Sekian dan terima kasih

Rokok tradisional


Kumpul dengan para petani di sawah jdi ketularan rokok manual. Awalnya gagal tp skrg dah ahli biki sendiri kwkwkwk.

Rasanya nendang. Tembakaunya bikin gatel di tenggorokan. Dada rasanya dag dig dug. Jan bikin melek.

Update.

Ciherang sudah mengeluarkan bulir padi. Setelah pemupukan ke dua horeeee

WordPress sudah tidak seru


Teringat di jaman tahun 2011-2013 disaat wordpress masih seru. Dengan banyak blogger yg aktif, saling komen, bercanda, hingga berdebat. Dikala artikel mereka masih unik, dengan keunikannya tersendiri. Menyajikan konten yang asik untuk dibaca. Membahas tentang motornya sendiri, artikel DIY, sampai membahas pengguna ban cacin dan rider alay, dan tak lupa bonus gambar yang terkadang bikin tegang.

Namun kini, segala telah berubah…

Yeah, i miss that moments..

Pemuda termenung


Iseng2

Duduk terdiam di bangku taman

Engkau sendirian, menikmati keheningan..

Tatapan matamu kosong, isyaratkan..

Terbunuh oleh sepi yang menyerang..
Masih terdiam, waktu lambat laun terlewati..

Kau terdiam menyendiri..

Sesekali kau ambil sepuntung rokok, kau nyalakan..

Begitu dalam engkau larut dalam hisapan..
Wajahmu terlihat tenang,namun sunyi..

Seakan telah diterpa sedih tak bertepi..

Kau tetap terdiam, menikmati..

Segenap peristiwa yang telah terlalui..

Hingga tak terasa, sang fajar datang mencumbui..
Dan sang embun pagi..

Menetes membasahi hati..

Menghapus sedih..

Menorehkan senyum indahmu di pipi..
Kau pun berlalu pergi..

Damai = punah


Puisiku ketika di tengah dini hari. Entah otakku tiba2 membuat kata kata seperti ini

—-++++++++——-

Perdamaian.. sebuah kata tinggal cerita

Disaat semua, menodongkan senjata..

Menuding berbagai arah..

Dengan segala pembelaan tak berguna..

Kehancuran kan tiba..
Sisi binatang manusia..

Menguasai segenap jiwa,

Membutakan mata hati..

Kematian adalah harga mati..
Keberagaman.. tinggal dongeng belaka

Saat semua saling tuding menuding..

Mencari celah salah yang tak berarah..

Pertumpahan kan tercipta..

Toleransi, itu hanyalah ilusi..
Kata kata yang diteriakkan, seolah sirna..

Kala serigala berbulu domba..

Datang memperkeruh suasana, ah!

Perdamaian tinggal cerita..

Tolerasi tinggal nama..

Perpecahan kian berjaya..
Akankah kita.. terus seperti ini?

Ketika semua menganggap dirinya benar..

MengAKUkan diri… 

Hingga lupa pada sang Maha Benar..

Kita adalah manusia hina..

Untuk apa agama tercipta..

Jika manusia tuli dan buta,

Untuk apa meneriakkan toleransi..

Jika pertikaian kian mewabah?
Kita bagai daun pisang kering

Tersulut sedikit, terbakar hebat..

Kefanatikan tanpa saling menghargai..

Menambah keruh suasana..

Perdamaian, dongeng belaka..

Perpecahan, itu Nyata…..