Damai = punah


Puisiku ketika di tengah dini hari. Entah otakku tiba2 membuat kata kata seperti ini

—-++++++++——-

Perdamaian.. sebuah kata tinggal cerita

Disaat semua, menodongkan senjata..

Menuding berbagai arah..

Dengan segala pembelaan tak berguna..

Kehancuran kan tiba..
Sisi binatang manusia..

Menguasai segenap jiwa,

Membutakan mata hati..

Kematian adalah harga mati..
Keberagaman.. tinggal dongeng belaka

Saat semua saling tuding menuding..

Mencari celah salah yang tak berarah..

Pertumpahan kan tercipta..

Toleransi, itu hanyalah ilusi..
Kata kata yang diteriakkan, seolah sirna..

Kala serigala berbulu domba..

Datang memperkeruh suasana, ah!

Perdamaian tinggal cerita..

Tolerasi tinggal nama..

Perpecahan kian berjaya..
Akankah kita.. terus seperti ini?

Ketika semua menganggap dirinya benar..

MengAKUkan diri… 

Hingga lupa pada sang Maha Benar..

Kita adalah manusia hina..

Untuk apa agama tercipta..

Jika manusia tuli dan buta,

Untuk apa meneriakkan toleransi..

Jika pertikaian kian mewabah?
Kita bagai daun pisang kering

Tersulut sedikit, terbakar hebat..

Kefanatikan tanpa saling menghargai..

Menambah keruh suasana..

Perdamaian, dongeng belaka..

Perpecahan, itu Nyata…..

Yang Komentar Saya Doakan Sukses Dan Sehat Selalu Amin

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s